PENGADAAN TENAGA
KERJA
Pengertian
uraian pekerjaan
Contoh:
Suatu perusahaan
besar di Indonesia yaitu PT Unilever Indonesia Tbk merupakan sebuah
perusahaan multinasional yang bergerak dalam bidang produksi,
pemasaran dan distribusi barang-barang ‘consumer goods’ yang
meliputi sabun, deterjen, margarine, saus, makanan ringan, makanan
berbasis susu, es krim, minuman the berbasis, produk kosmetik dan jus
buah. Merek meliputi Pepsodent, Pond’s, Lifebouy, Sunsilk, Clear,
Vaseline, Rinso dan masih banyak lagi yang produk-produk lain.
Saat ini PT
Unilever Indonesia Tbk sedang mencari kandidat professional untuk
mengisi sebagai:
OPERATOR PRODUKSI
DESKRIPSI
PEKERJAAN
Merawat mesin dan
mengadakan cleaning dan perbaikan bila ada kerusakan ringan
bertanggungjawab untuk memenuhi target produksi sesuai target dan
membuat laporan produksi.
JOB SPESIFICATION
- Laki-laki usia 22-25 tahun
- Pendidikan Diploma Teknik Mesin/Elektro/Teknik Listrik
- Pengalaman minimal 1 tahun sebagai operator produksi dan fresh graduate
- Berminat bekerja di bidang produksi
- Bersedia kerja dengan jam kerja shift
- Bermotivasi tinggi, mau belajar dan tekun
- Sehat jasmani dan rohani
- Besedia bekerja di cikarang-jababeka
Bagi Anda yang
berminat dan memenuhi kualifikasi dari keterangan di ata, silahkan
mengirimkn lamaran dan CV lengkap, foto terbaru dan berkas pendukung
lainnya, kirim ke alamat:
Recruitment.indonesia@unilever.com
atau Jl. Jababeka V Blok U No 14-16 Cikarang, Bekasi-Indonesia.
SELEKSI
Dasar pemikiran lain
mengapa perlu diadakan seleksi, yaitu adanya perbedaan potensi yang
dimiliki setiap individu. Perbedaan itu akan menentukan pula
perbedaan dalam pola piker, tingkah laku, minat, serta pandangannya
terhdapsesuatu. Kondisi itu juga akan berpengaruh terhadap hasil
kerja. Bisa jadi suatu pekerjaan atau jabatan akan lebih berhasil
bila dikerjakan oleh individu yang mempunyai bakat serta kemampuan
seperti yang dituntut oleh persyaratan dari suatu pekerjaan atau
jabatan tertentu.
WAWANCARA
Wawancara adalah
pertemuan tatap muka, dengan menggunkan cara lisan dan mempunyai
tujuan tertentu. Jangan dibayangkan wawancara itu sama dengan
interogasi karena tujuan utamanya membang berbeda meskipun sedikit
serupa dalam hal menggali dan mencocokkan data yang pasti cara yang
dipergunakan dalam kedua hl itu berlainan.
Interogasi lebih
menekankan pada tercapainya tujuan, dengan berbagai cra dan akibat,
baik secara halus maupun kasar. Posisi interrogator lebih tinggi dan
bebas daripada yang diinterogasi, serta lebih langsung
Bandingkan dengan
wawancara psikologi, I mana kedudukan antara pewawancara dan yang
diwawancarai relative setara. Kondisinya pun berbeda, karena tidak
ada penekanan serta tidak menggunakan kekuasaan. Bahkan dalam kondisi
tertentu, seorang calon karyawan yang diwawancarai bisa saja tidak
menjawab, pewawancara pun tidak akan memaksa. Namn, hal itu tentu
akan sangat mempengaruhi penilaian dalam pengambilan keputusan
seorang psikolog.
Ada beberapa tujuan
spesifik dari wwancara, yaitu:
- Observasi. Dalam hal ini calon karyawan dilihat dan dinilai. Muai dari penampilan, sikap, cara menjawab pertanyaan, postur-terutama untuk pekerjaan yang memang membutuhkannya, seperti tentara, polisi, satpam dan pramugari penilaian juga menyangkut bobot jawaban dan kelancaran calon pegawai dalam menjawab.
- Menggali data yang tidak didaptkan dari tes tertulis. Misalnya, apakah istri bekerja, anak bersekolah di mana, masih tinggal bersama orangtua atau tidak, serta apa judul skripsi dan berapa nilai yang didapat. Yang tidak kalah penting dalam mempengaruhi penilaian adalah kecocokan data. Benarkah data yang ditulis oleh sang calon pegawai.
- Melengkapi data yang terlupakan atau tidak tertulis secara lengkap. Misalnya, sudah pernah mengalami psikotes atau belum. Kalau sudah, berapa kali? Untuk apa? Lulus atau tidak? Mungkin juga minat ataupun gaji yng diinginkan.
- Membuat keputusan. Dari hasil pemeriksaan psikologi tertulis dan wwancara, dibatlah kesimpulan, apakah calon ini memenuhi persyaratan seperti job description yang diberikan job perusahaan atau tidak.
Umumnya, untuk
memperoleh informasi penting dari calon karyawan digunakan metode
FACT, yaitu
- Feeling. Tentang apa yang dirasakan oleh orang itu, ditanyakan minatnya, gambaran pekerjaan, apakah juga sudah terbayang.
- Action. Mengenai tindakan-tindakan apa yang telah dilakukan.
- Condition. Kondisi atau situasi keadaan di mana kejadian itu berlangsung
- Thinking. Mengenai apa yang dipikirkan atau yang diinginkan oleh seseorang pada saat itu.
PSIKOTES
Psikotes adalah
proses memprediksi diri Anda sesuai atau tidak sesuai pada posisi
jabatan tertentu. Tentu saja dengan acuan job description and job
specification. Bukan acuan sogokan, bukan acuan kekeluargaan juga
bukan acuan asal-asalan. Yang intinya bukan mengacupada prinsip
Kolusi Korupsi dan Nepotisme
Untuk lolos psikotes
cukup dengan dating ke tempat tes tepat waktu, duduk sesuai nomor
urut tes, berdoa, dengarkan instruksi Sang Tester, tanyakan hal-hal
yang memang perlu ditanyakan dan memang Anda perlu penjelasan lebih
lanjut. Jawabalah dengan apa adanya sesui instruksi dan keadaan diri
Anda saat ini yang sebenarnya.
Jadikan Anda sebagai
bintang pada setiap sesi tes. Tapi ingat bintang yang bersinar karena
keungguan budi pekerti, tentunya. Hal ini diperlukan untuk memahami
dan meresapi serta mengevaluasi persiapan yang telah dilakukan.
Berdoalah untuk menjawab setiap item soal secara sadar. Sadar disini
adalah bahwa mengikuti psikotes ini memang kemauan sendiri,
tahubentuk kerjaannya nanti mengenai job description atau uraian tuas
dan posisi apa yng akan dipegang. Paham resiko yang akan ditanggung
setelah diterima kerja, atau dengan kata lain mengerti tentang
konsekunsi kedepannya jika diterima atau tidaknya.
PENYEBAB TIDAK
LULUS PSIKOTES
Bagi anda yang
sering atau selalu gagal dalam psikotes pernahkah Anda introspeksi
factor dan penyebab Anda gagal?
- Belum pernah mengikuti tes psikotes kerja
Kenapa demikian?
Kandidat yang belum pernah mengikuti psikotes yang paling menjadi
kendala adalah belum sepenuhnya memahami meskipun tahu soal tes.
Artinya memahami bentuk dan tujuan setiap fase test yang relevan
dengan kebutuhan recruiter. Soal psikoest benar-benar berbeda dengan
apa saja yang pernah Anda pelajari selama sekolah atau kuliah
- Tidak focus terhadap soal psikotes dan instruksi yang diberikan
Soal-soal standar
biasanya berisi instruksi soal dan soal yang harus dikerjakan,
keduanya berada dalam satu lembar kertas ujian, dalam psikotes lain
kenapa? Soal psikotes kadang kebalikannya, Anda diberikan lembar
jawaban yang sudah berisi deretan angka-angka, petak, maupun gradient
gambar, namun Anda belum mendapatkan soal dan instruksi sol dari
tester. Dalam kondisi demikian ini apa yang harus Anda lakukan
adalah:
- Jangan buru-buru mengerjakan atau mengotak-atik lembar yang sudah Anda dapat meskipun secara akademik dan lois Anda sudah paham maksud soal dan Anda sudah piawai dengan bentuk psikotes, mengapa? Karena Gesture dan gerak-gerik Anda sudah diperhatikan oleh tester bahan sebelum mengerjakan soal sekalipun. Secara psikis ini akan mengintepretasikan psikotester ujian bahwa Anda kurang sabar, tergesa-gesa dan memiliki kecenderungan kurang mentaati tata tertib tester.
- Jika Anda melanggar ini maka jangan heran meskipun anda ber-IQ tinggi bisa kalah score dengan mereka yang bahkan hanya mengerjakan beberapa soal saja, kenapa? Mereka terintepretasikan tester sebagai kandidat penurut dan ikut tata tertib. Meskipun notabenenya Anda memiliki intelegensi lebih atau diatasnya. Jadi factor non intelegensilah kadang akan menghambat tembusnya Anda pada soal yng tak terduga bentuk ukuran scoring yang sebenarnya.
- Teliti dan perhatikan setiap anda ikut psikotes. Rata-rata penguji akan lebih dari 2 orang psikolog, karena jika yang lain sedang membagikan soal maka yang lainnya sedang mengintai dan mengawasi gestue Anda ketika Anda menerima kertas, membolak-balik kertas dan cara anda mengenggam pensil atau pena.
- Tidak sehat atau kurang fit
Kondisi badan atau
raga yang tidak sehat atau kurang fit merupakan salah satu factor dan
penyebab yang paling sering terjadi atas ketidaklulusan calon
karyawan yang sedang mengikuti tes psikoes. Untuk itu disarankan
kepada Anda 1 atau 2 hari sebelum mengikuti psikotes kerja, usahakan
dan tenangkan pikiran dan istirahatlah secukupnya. Hal ini
menyebabkan miss-intepretasi Anda terhadap soal psikotes.
- Tidak teliti saat mengerjakan soal psikotes
Waktu yang diberikan
saat mengerjakan soal psikotes sangat singkat, untuk itu banyak calon
karyawan saat mengerjakan soal psikotes tidak atau kurang teliti
mengerjakan soal psikotes. Sehingga tidak tepat dalam menjawab
pertanyaan soal psikotes. Untuk itu maksimalkan waktu Anda sehingga
Anda benar-benar teliti dalam menjawab soal, jangan membuang
waktuahkan review pekerjaan Anda, hal ini akan meminimalisir
kesalahan dalam menjawab pertanyaan soal psikotes.
TES KESEHATAN
Tes kesehatan pada
umumnya meliputi:
- Tes darah
- Tes tekanan darah
- Tes urin
- Tes paru-paru
- Tes pendengaran
- Tes penglihatan
- Tes buta warna
Yang harus dilakukan
sebelum tes kesehatan
- Perbanyak konsumsi sayur dan jus buah minimal 2 minggu sebelum jadwal test kesehatan
- Hindari makanan kolesterol, gorengan, dan makanan berlemak
- Perbanyak minum air putih minimal 3 liter sehari.
- Berolahraga tidak harus yang berat, cukup dengan jogging setiap hari
- Hindari rokok dan alcohol
- Tidur minimal 8 jam sehari (maksimal pukul 22.00)
- Tidak begadang minimal 1 minggu sebelum jadwal test kesehatan Anda.
- Usahakan tidak mengkonsumsi obat-obatan jenis apapun maksimal 3 hari sebelum jadwal tes kesehatan Anda
- Hindari makanan pedas
- Usahkan diri Anda sehat dan upayakan ketika hari H jadwal tes Anda
- Berdoa
REKRUTMEN
Rekrutmen adalah
usaha untuk mendapatkan calon-calon pegawai guna mendapatkan sebanyak
mungkin calon pelamar yang memenuhi syarat-syarat untuk job
description dan analisa yang diminta untuk jabatan yang kosong pada
suatu organisasi untuk dipilih calon-calon yang terbaik dan cakap
menurut mereka.
Sumber-sumber
rekruitmen meliputi:
- Sumber-sumber Internal
Hal pertama untuk
mempertimbangkan adalah merekayang sudah bekerja untuk organisasi.
Sumber rekrutmen yang seperti ini bisa mempunyai dampak positif
terhadap iklim kerja dan motivasi pegawai.
Metode yang biasa
digunakan dalam rekrutmen internal
- Penataran (upgrading)
- Pemindahan (mutasi)
- Pengangkatan (promosi)
- Penempatan pekerjaan melalui bulletin atau papan
- Inventarisasi keahlian pengumuman
keuntungan
- Biaya relative murah, karena tidak perlu proses seleksi seperti untuk rekrutmen eksternal
- Organisasi mengetahui pekerjaan yang memiliki kemampuan untuk jabatan yang kosong
- Pekerja memiliki motivasi yang tinggi karena mengetahi kemungkinan peningkatan
- Pengembangan karir jelas
- Pekerja telah memahmi secara baik kebijakan, prosedur, ketentuan dan kebiasaan organisasi
Kerugian
- Tidak selalu memberikan perspektif baru
- Pekerja yang dipromosikan akrab dengan bawahannya sehingga sulit menjalankan kewenangan dan kekuasaannya
- Sumber-sumber rekrutmen Eksternal
Jika keterampilan
dan kompetensi yang diperlukan tidak tersedia di dalam organisaasi,
lingkungan rekrutmen eksternal bisa dimulai. Bebarapa sumber-sumber
yang berguna bagi calon eksternal: mantan pegawai, pelamar yang belum
dipanggil, iklan kerja, lembaga-lembaga pendidikan, agen-agen swasta,
asoiasi professional, media cetak, majalah khusus, pasar tenaga kerja
dan pameran, situs kesempatan kerja dll.
Keunggulan:
- Memiliki gagasan dan pendekatan baru
- Bekerja mulai dengan lembaran bersih dan memperhatikan spesifikasi pengalaman
- Tingkat pengetahuan dan keahlian tidak tersedia dalam perusahaan yang sekarang
Keunggulan
- Moral dan komitmen karyawan rendah
- Periode penyesuaian yang relative lama\
- Keterbatasan keteraturan antara karyawan dengan perusahaan
Proses seleksi
merupakan bagian yng terpenting dalam keseluruhan proses manajemen
sumber daya manusia. Didasarkan pada suatu alasan bahwa suatu
organisasi ataupun perusahaan akan mendapatkan sejumlah pegawai yang
tergantung pada cermat tidaknya proses seleksi ini dilakukan. Dan
proses seleksi ini merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dengan
rekrutmen
PENEMPATAN
Penempatan adalah
kebijaksanaan sumber daya manusia untuk menentukan posisi atau
jabatan calon pegawai. Penempatan berhubungan dengan upaya untuk
menjamin bahwa kebutuhan-kebutuhan jabatan dan karakteristik
organisasi sangat cocok dengan keterampilan-keterampilan pengetahuan,
kemampuan dan preferensi, minat dan kepribadian yang dimiliki oleh
calon pegawai
Factor-faktor yang
dipertimbangkan
- Pendidikan
Prestasi akademis
yang dimiliki tenaga kerja selama mengikuti pendidikan sebelumnya
harus dipertimbangkan, khususnya dalam penempatan tenaga kerja
tersebut untuk menyelesaikan tugas pekerjaan, serta mengemban
wwewenang dan tanggungjawab. Latar belakang pendidikan pun harus
menjadi pertimbangan dalam menempatkan karyawan. Misalnya, sarjana
ekonomi harus ditempatkan pada pekerjaan yang berhubungan dalam
bidang ekonomi.
- Usia
Faktor usia tenaga
kerja yang lulus seleksi perlu dipertimbangkan dalam penempatan
tenaga kerja. Penempatan tenaga kerja berdasarkan usia perlu
dilakukan untuk menghindari rendahnya produktivitas yang dihasilkan
oleh karyawan yang bersangkutan
- Keterampilan kerja
Kecakapan atau
keahlian untuk melakukan suatu pekerjaan yang harus di peroleh dalam
praktek, keterampilan kerja ini dapat di kelompokan menjadi 3
kategori, yaitu:
- Keterampilan mental, seperti menganalisis data, membuat keputusan dll
- Keterampilan fisik, seperti membetulkan listrik, mekanik dll
- Keterampilan social, seperti mempengaruhi orang lain, menawarkan barang atau jasa
- Pengalaman kerja pada pekerjaan sejenis perlu mendapatkan pertimbangan dalam penempatan kerja karyawan. Kenyataan menunjukkan makin lama karyawan bekerja, makin banyak pengalaman yang dimiliki karyawan yang bersangkutan, sebaliknya semakin singkat masa kerja, semakin sedikit pengalaman yang diperoleh. Pengalaman bekerjabanyak memberikan keahlian dan keterampilan kerja.
Prosedur
penempatan karyawan
Prosedur penempatan
karyawan berkaitan erat dengan system dan proses yang digunakan.
Untuk mengetahui prosedur penempatan karyawan harus memenuhi
persyaratan:
- Harus ada wewenang untuk menempatkan personalia yang dating dari daftar personalia yang dikembangkan melalui analisis tenaga kerja
- Harus mempunyai standar yang digunakan untuk membandingkan calon pekerjaan
- Harus mempunyai pelamar pekerjaan yang akan diseleksi untuk di tempatkan.
Apabila terjadi
salah penempatan, maka perlu diadakan suatu program penyesuaian
kembali karyawan yang bersangkutan sesuai dengan keahlian yang
dimiliki, yaitu dengan melakukan:
- Menempatkan kembali pada posisi yang lebih sesuai
- Menugaskan kembali dengan tugas-tugas yang sesuai dengan bakat dan kemampuan
Tujuan Penempatan
Setiap
pekerjaanyang dilaksanakan pada dasarnya mempunyai tujuan. Tujuan
berfungsi untuk mengarahkan perilaku, begiru juga dengan penempatan
karyawan, manajer sumber daya manusia, menempatkan seorang karyawan
atau calon karyawan dengan tujuan antara lain agar karyawan
bersangkutan lebih berdaya guna dalam melaksanakan pekerjaan yang
dibebankan, serta untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan
sebagai dasar kelanjaran tuas
Maksud diadakan
penempatan karyawan adalah untuk menempatkan karyawan sebgai unsure
pelaksanaan pekerjaan pada posisi yang sesuai dengan criteria sebagai
berikut:
- Kemampuan
- Kecakapan
- Keahlian
Prinsip-prinsip
Penempatan Kerja
Prinsip-prinsip yang
harus diperhtikan dalam penempatan karyawan, yaitu;
- Prinsip kemanusiaan
Prinsip yang
menganggap manusia sebagai unsure pekerja yang mempunyai persamaan
harga diri, kemauan, keinginan, cita-cita, dan kemampuan harus
dihargai posisinya sebagai manusia yang layak tidak dinggap mesin.
- Prinsip Demokrasi
Prinsip ini
menunjukkan adanya saling menghormati, saling menghargai dan saling
mengisi dalam melaksanakan pekerjaan.
- Prinsip the right man on the righ place
Prinsip ini penting
dilaksanakan dalam arti bahwa penempatan setiap orang dalam setiap
organisasi yang berarti bahwa penempatan setiang dalam organisasi
perlu didasarkan pada kemampuan, keahlian, pengalaman serta
pendidikan yang dimiliki oleh orang yang bersangkutan.
- Prinsip equal pay for equal work
Pemberian balas
jasa terhadap karyawan baru didasarkan ata hasil prestasi kerja yang
didapat oleh pegawai yang bersangkutan
- Prinsip Kesatuan Arah
Prinsip ini
diterapkan dalam perusahaan terhadap setiap karyawan yang bekerja
agar dapat melaksanakan tugas-tugas, dibutuhkan kesatuan pelaksanaan
tugas sejalan dengan program dan rencana yang digariskan.
- Prinsip Kesatuan Tujuan
Karyawan yang
bekerja selalu dipengaruhi adanya komando yang diberikan sehingga
setiap karywan hanya mempunyai satu orang atasan.
- Prinsip Kesatuan Komando
Karyawan yang
bekerja selalu dipengaruhi adanya komando yang diberikan sehingga
setiap karyawan hanya mempunyai satu orang atasan.
- Prinsip Efisiensi dan Produktivitas Kerja
Prinsip ini
merupakan kunci kea rah tujuan perusahaan karena efisiensi dan
produktivitas kerja harus dicapai dalam rangka mencapai tujuan
perusahaan.
Beberapa Masalah
Dalam Penempatan
Terdapat 3 hal yang
mendasari keputusan penempatan bagi SDM yaitu efektivitas, tuntutan
hokum dan prevensi PHK.
- Efektivitas
Efektivitas
penempatan harus mampu meminimalisir kemungkinan terjadinya kekacauan
bagi karyawan dan perusahaan. Untuk mengurangi kekacauan, keputusan
promosi dan transfer harus dibuat sesuai dengan langkah-langkah
seleksi. Ketika penempatan ditetapkan, keryawan baru harus
mendapatkan pengenalan untuk mengurangi kecemasan dan mempercepat
sosialisasi dan proses belajar.
- Tuntutan Hukum
Selama ini hubungan
kerja yang tidak didasarkan pada kontrak resmi tertulis disebut
hubungan kerja sukarela dan dilanjutkan dengan persetujuan. Kedua
pihak harus memberitahukan apabila hubungan itu berakhir. Hak
perusahaan untuk memberhentikan pekerjaan setiap saat tanpa sebab
menjadi dikenal sebagai doktrin pemberi kerja. Doktrin ini
menyebutkan bahwa pemilik atau manajemen punya hak diatas hak pekerja
atas pekerjaan mereka. Secara sederhna dikatakan bahwa seorang
pekerja dapat dipecat dengan alasan apapun termasuk tanpa alasan.
Selama ini pula, pemerintah dan hokum telah membatasi hak ini. Namun,
pemberhentian di larang.
Terima Kasih semoga bermanfaat :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar