

Disusun Oleh :
Kelas : 2C Manajemen
1. Aliza
Kurniadi 0211
12 085
2. Suryaningsih 0211
12 095
3. Agies
Rismayanda 0211
12 106
4. Herniawati 0211
12 113
5. Vikri
Apriliani 0211
12 118
6. Angga
Febri Lubis 0211
12 124
UNIVERSITAS PAKUAN
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN
JULI 2013
KATA
PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan ke-hadirat Allah SWT, karena atas berkat rahmat
dan karuniaNYA, makalah Bahasa Indonesia yang mengangkat simpulan tema dari
seluruh kelompok yang telah presentasi pada mata kuliah tersebut dapat
terselesaikan dengan baik, tepat pada waktunya. Adapun tujuan penulisan makalah
ini adalah untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia.
Dalam penyelesaian makalah ini, kami banyak mengalami kesulitan, terutama
disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan yang menunjang. Namun, berkat
bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, akhirnya makalah ini dapat
terselesaikan dengan cukup baik. Karena itu, sudah sepantasnya jika kami
mengucapkan terima kasih kepada:
1.
Orang Tua dan keluarga
kami tercinta yang banyak memberikan motivasi dan dorongan serta bantuan, baik
secara moral maupun spiritual.
2.
Dadan Suwarna, SS.
selaku dosen dari mata kuliah Bahasa Indonesia.
3.
Serta teman-teman yang
ikut berpartisipasi dalam pembuatan makalah ini.
Kami sadar sebagai seorang mahasiswa yang masih dalam proses pembelajaran,
penulisan makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat
mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat positif, guna penulisan
makalah yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.
Bogor,
Juli 2013
|
Daftar Isi
Kata Pengantar..................................................................................................................... i
Daftar Isi.............................................................................................................................. ii
BAB
1 PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang................................................................................................ 1
1.2
Rumusan
Masalah........................................................................................... 1
1.3
Tujuan
Penulisan............................................................................................. 1
BAB
2 PEMBAHASAN
2.1
KALIMAT
2.1.1
Pengertian Kalimat............................................................................... 2
2.1.2
Syarat-syarat Kalimat........................................................................... 2
2.1.3
Ciri-ciri Kalimat................................................................................... 3
2.1.4
Jenis Kalimat....................................................................................... 5
2.2
PARAGRAF
2.2.1 Pengertian Paragraf.............................................................................. 8
2.2.2 Unsur-unsur Paragraf........................................................................... 8
2.2.3 Syarat-syarat Paragraf.......................................................................... 9
2.2.4 Teknik Pengembangan
Paragraf........................................................... 10
2.3
WACANA
2.3.1 Pengertian Wacana.............................................................................. 14
2.3.2 Jenis-jenis Wacana.............................................................................. 14
2.3.3 Karakteristik Wacana........................................................................... 19
2.4
KUTIPAN
2.4.1 Pengertian Kutipan.............................................................................. 20
2.4.2 Fungsi dan Penulisan
Kutipan.............................................................. 20
2.4.3 Manfaat Kutipan.................................................................................. 21
2.4.4 Macam-macam Kutipan....................................................................... 21
2.4.5. Prinsip-prinsip Mengutip..................................................................... 24
2.5
DAFTAR
PUSTAKA
..................................................................................................................... 2.5.1
Pengertian Daftar Pustaka..................................................................................................................... 26
2.5.2 Tujuan Penulisan Daftar
Pustaka......................................................... 26
2.5.3 Unsur-unsur Daftar Pustaka................................................................. 27
2.5.4 Macam-macam
Daftar Pustaka............................................................ 27
2.5.5 Cara
Menulis Daftar Pustaka............................................................... 27
2.5.6 Contoh-contoh
Daftar Pustaka............................................................. 29
2.6
CATATAN
KAKI
2.6.1 Tujuan Penulisan Catatan
Kaki............................................................ 32
2.6.2 Jenis-jenis Catatan Kaki....................................................................... 33
2.6.3 Fungsi Catatan Kaki............................................................................. 33
2.6.4 Ketentuan Umum Penggunaan
Catatan Kaki....................................... 34
2.6.5 Penomoran.......................................................................................... 34
2.6.6 Unsur-unsur Catatan Kaki................................................................... 35
2.6.7 Catatan Kaki Singkat........................................................................... 35
2.6.8 Contoh-Contoh Catatan Kaki............................................................... 36
2.7
KARYA
ILMIAH
2.7.1 Pengertian Karya Ilmiah...................................................................... 38
2.7.2 Syarat-syarat Penulisan
Karya Ilmiah.................................................. 38
2.7.3 Manfaat Karya Ilmiah.......................................................................... 38
2.7.4 Tujuan Penulisan Karya
Ilmiah............................................................ 39
2.7.5 Ciri-ciri Karya Ilmiah........................................................................... 40
2.7.6 Jenis-jenis Karya Ilmiah...................................................................... 41
2.7.7 Kesalahan dalam Penulisan
Karya Ilmiah............................................ 42
2.7.8 Teknik Pembuatan Karya
Ilmiah......................................................... 43
2.7.9 Sistematika Penulisan Karya
Ilmiah..................................................... 43
2.7.10 Ketentuan Umum Pembuatan
Karya Ilmiah....................................... 45
BAB 3 PENUTUP
3.1. Simpulan .......................................................................................................... 46
3.2 Saran.................................................................................................................. 47
Daftar Pustaka.......................................................................................................... 48
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seperti yang sudah kita ketahui akan kemapuan manusia yang
memiliki potensi fisik untuk berkarya, dimana separuh dari kemampuan itu adalah
untuk memahami dan menyimpan data, sedangkan kemampuan yang lainnya adalah
kemampuan mengolah dan menghasilkan data. Kemampuan menghasilkan data ini erat
kaitannya dengan berkarya.Selain berkarya, manusia memiliki kemampuan untuk berkomunikasi.Kemampuan
berkomunikasi dapat dilakukan dengan lisan maupun tulisan. Kegiatan
berkomunikasi inilah yang akan menjadi media untuk manusia berkarya.
Dalam makalah ini juga akan dibahas mengenai apa
saja pengertian dan fungsi-fungsi dari kalimat, paragraf, wacana, kutipan,
daftar pustaka, catatan kaki dan karya ilmiah.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :
1.
Bagaimana cara pembuatan kalimat, paragraf dan wacana?
2.
Kapan saja daftar pustaka dan catatan kaki digunakan?
3.
Apa saja yang termasuk ke dalam karya ilmiah?
1.3 Tujuan
Adapun tujuannya sebagai berikut :
1. Ingin mengetahui materi yang telah
di diskusikan
2. Ingin memahami dan mengerti tentang
isi materi yang telah di diskusikan.
PEMBAHASAN
2.1
KALIMAT
2.1.1
Pengertian Kalimat
Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata
atau rangkaian kata yang dapat mengungkapkan pikiran secara utuh, baik dengan
cara lisan maupun tulisan dan menyatakan makna secara lengkap.Dalam wujud
lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela
jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisan
berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda
titik. (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!). Sekurang-kurangnya
kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki sebuah
subjek (S) dan sebuah predikat (P). Kalau tidak memiliki kedua unsur tersebut, pernyataan itu bukanlah
kalimat melainkan hanya sebuah frasa.
2.1.2
Syarat- Syarat dalam Penulisan Kalimat
Adapun syarat-syarat yang harus ada dalam penulisan kalimat efektif,
antara lain :
1)
Memiliki unsur penting atau pokok, minimal unsur subjek dan
predikat
2)
Sesuai dengan EYD
3)
Menggunakan diksi yang tepat.
4)
Menggunakan kesepadanan antara struktur bahasa dan jalan
pikiran yang logis dan sistematis.
5)
Menggunakan kesejajaran bentuk bahasa yang dipakai.
6)
Ada penekanan ide pokok.
7)
Mengacu pada kehematan penggunaan kata.
8)
Menggunakan variasi struktur kalimat.
2.1.3. Ciri- Ciri Kalimat
Dalam
penulisan kalimat yang benar ada beberapa ciri yang harus diperhatikan. Berikut
ini adalah ciri-ciri penulisan kalimat yang benar, antara lain :
1. Kesepadanan
yaitu keseimbangan antara
pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang dipakai. Ciri-ciri kesepadanan kata,
antara lain :
a) Kalimat memiliki
fungsi-fungsi yang jelas,misalnya: Harga
bawang merah dibekukan atau dinaikkan oleh pemerintah.
b) Tidak terdapat subjek
ganda, misalnya :
Soal
matematika itu saya kurang jelas. (salah)
Soal
matematika itu bagi saya kurang jelas.(benar)
c) Kata penghubung digunakan
secara tepat, misalnya :
Kakaknya
membeli mobil Avanza, sedangkan adiknya membeli mobil APV. (salah)
Kakaknya
membeli mobil Avanza,sedangkan dia membeli mobil APV. (benar)
d) Predikat tidak didahului
oleh kata yang.
Rumah
saya yang terletak di dekat rumah Raisa.(salah)
Rumah
saya terletak di dekat rumah Raisa.(benar)
Contoh kalimat sepadan :
Bagi semua warga harus membayar iuran sampah setiap
bulannya.
Kata bagi dihilangkan menjadi : Semua warga harus
membayar iuran sampah setiap bulannya.
2. Keparalelan
yaitu kesamaan bentuk
kata yang digunakan dalam kalimat. Maksudnya adalah jika kalimat pertama
menggunakan kata kerja, kalimat kedua dan seterusnya juga menggunakan kata
kerja.
3. Kehematan
yaitu hemat menggunakan
kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu. Beberapa hal yang
dapat dilakukan untuk kehematan, antara lain :
a) Menghilangkan pengulangan
subjek.
b) Menghindari penggunaan
superordinat pada hiponimi kata.
c) Menghindari kesinoniman
dalam satu kalimat.
d) Tidak menjamakkan kata-kata
yang berbentuk jamak.
4. Kecermatan
yaitu kalimat yang
digunakan tidak menimbulkan tafsiran ganda dan tepat dalam pemilihan kata.
Kecermatan meliputi beberapa aspek, antara lain ketepatan dalam struktur
kalimat, pemilihan kata, serta penggunaan ejaan.
5. Kepaduan atau koherensi
yaitu kepaduan pernyataan
dalam kalimat yang digunakan sehingga informasi yang disampaikan tidak
terpecah. Kepaduan dalam kalimat efektif harus memperhatikan beberapa aspek,
antara lain:
a) Kalimat tidak
bertele-tele
b) Menggunakan pola aspek+
agen+verbal secara tertib dalam kalimat.
c) Tidak menyisipkan sebuah
kata di antara predikat kata kerja dan Kelogisan, yaitu ide kalimat yang
digunakan dapat diterima oleh akal dan sesuai dengan kaidah yang berlaku.
Kelogisan dalam penulisan kalimat efektif ini berhubungan dengan penalaran,
yaitu proses berpikir untuk menghubungkan fakta yang ada sehingga tercipta
suatu simpulan.
6. Ketegasan
yaitu
suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok. Kalimat itu memberi penekanan atau
penegasan pada penonjolan itu ada berbagai cara untuk membentuk penekanan dalam
kalimat.
a)
Meletakkan kata yang ditonjolkan itu
didepan kalimat (diawal kalimat).
b)
Membuat urutan kata yang bertahap.
c)
Melakukan pengulangan kata (repetisi).
d)
Mempergunakan partikel penekanan
(penegsan).
2.1.4
Jenis Kalimat Menurut Bentuk Gayanya
(Retorikannya)
Menurut gaya penyampaian, kalimat
majemuk dapat digolongkan menjadi tiga macam, yaitu:
1.
Kalimat yang melepas (induk anak)
Jika
kalimat itu disusun dengan diawali unsur utama, yaitu induk kalimat dan diikuti
oleh unsur tambahan, yaitu anak kalimat gaya penyajian kalimat disebut melepas.
Contoh
: Saya akan dibelikan motor Ninja apabila saya lulus ujian sekolah dengan hasil
yang memuaskan.
2.
Kalimat yang Berklimaks (Anak-Induk)
Jika
kalimat itu disusun dengan diawali oleh anak kalimat dan diikuti oleh induk
kalimat, gaya penyajian kalimat itu disebut berklimaks. Pembaca akan memahami
makna kalimat itu setelah membaca induk kalimatnya.
Contoh
: Karena sulit kendaraan, ia datang terlambat
ke kampusnya.
3.
Kalimat yang Berimbang (Setara atau
Campuran)
Jika
kalimat itu disusun dalam bentuk majemuk setara atau majemuk campuran, gaya
penyajian kalimat itu disebut berimbang karena
strukturnya memperlihatkan kesejajaran yang sejalan dan dituangkan ke dalam
bangunan kalimat yang bersimetri.
Contoh
: Jika stabilitas nasional terjaga, masyarakat akan hidup aman dan sejahtera.
2.2 Kalimat dalam Iklan
Bahasa iklan bersifat
persuasif, selalu berusaha menggugah emosi pembaca atau pendengar. Tujuannya
agar yang menjadi sasaran iklan (konsumen) melakukan sesuatu atau bertindak
sesuai dengan amanat iklan tersebut. Oleh karena itu, dalam bahasa iklan,
kata-kata yang digunakan dalam bentuk rayuan, anjuran atau ajakan yang dapat
menimbulkan rasa penasaran. Kemasan produknya dibuat menarik dan ditempatkan
secara tepat, niscaya iklan itu akan berhasil memengaruhi pembaca atau
pendengarnya.Terkadang bahasa iklan yang digunakan tidak bernalar atau tidak
menggunakan bahasa Indonesia yang benar. Contoh kalimat dalam iklan antara lain
:
Ø Dalam iklan di televisi
saya pernah mendengar kalimat yang dikatakan oleh model iklan sebuah produk
obat tetes mata. Model tersebut mengatakan “Mata merah hilang seketika”, dengan
kata-kata itu saya berpikir masa gara-gara memakai obat tetes mata kemudian
mata yang berwarna merah bisa hilang, berarti nanti tidak bisa melihat lagi
karena matanya hilang dan pasti tidak ada konsumen yang membeli produk obat
tersebut. Akan tetapi, jika yang dimaksudkan iklan tersebut adalah sakit mata
sembuh dengan cepat atau sakit mata hilang seketika, kalimat iklan seharusnya
diubah menjadi: “Sakit mata hilang seketika”.
Ø Ada juga iklan produk
detergen yang menawarkan kemudahan pada saat konsumennya mencuci pakaian. Si
model iklan tersebut menyatakan produknya bisa mencuci sendiri. Wah, kalau
diterjen tersebut bisa mencuci sendiri, asyik dong, berarti konsumen tidak
perlu mencuci lagi karena kegiatan cuci-mencuci dilakukan oleh detergen
tersebut.
Ø Pernah ada iklan minyak
kayu putih yang menggunakan kalimat “Buat anak kok coba-coba”. Kalimat tersebut
menimbulkan tafsiran ganda (ambigu) bagi orang yang membaca atau
mendengarnya.Yang pertama orang bisa menafsirkan “buat” dalam arti membuat
sesuatu dan yang kedua artinya untuk. Dari kalimat iklan tersebut sudah jelas
bahwa “buat” yang dimaksud yaitu untuk, tidak mungkin “buat” yang dimaksud
yaitu membuat sesuatu. Perlu diketahui bahwa setiap pemakaian bahasa harus
dilihat juga konteksnya, maka tidak akan terjadi kesalahpahaman di antara
pemakai bahasa.
Ø Iklan Paramex “Paramex
sakit kepala”. Penggunaan kalimat “Paramex sakit kepala” adalah penggunaan
kalimat yang salah. Kalimat tersebut menyatakan bahwa paramex itu membuat orang
sakit kepala dan membuat orang tidak ingin membeli produk tersebut. Seharusnya
produsen menggantinya dengan “Paramex obat sakit kepala” sehingga jelas
maksudnya.
Ø Saya pernah melihat iklan
di televisi yang menyatakan “Mama lemon, semua pasti beres”.Seharusnya iklan tersebut menyatakan “Memakai mama lemon,
semua cucian alat- alat dapur pasti beres”
2.2
PARAGRAF
2.2.1 Pengertian
Paragraf
Paragraf
adalah kumpulan suatu kesatuan pikiran
yang lebih tinggi dan lebih luas dari pada kalimat dan seperangkat kalimat yang
membicarakan suatu gagasan atau topik. Paragraf
dari bahasa Yunani paragraphos,
“menulis di samping” atau “tertulis di samping” adalah suatu jenis tulisan yang
memiliki tujuan atau ide.Awal paragraf ditandai dengan masuknya ke baris baru.
Terkadang baris pertama dimasukkan; kadang-kadang dimasukkan tanpa memulai
baris baru.
2.2.2 Unsur – unsur dalam Paragraf
1.Ide pokok
Ide pokok merupakan gagasan pokok atau
gagasan utama yang mendasari terbentuknya suatu paragraf. Paragraf yang
memiliki ide pokok diawal paragraf disebut paragraf deduktif. Paragraf yang
memiliki ide pokok di awal dan di akhir paragraf disebut paragraf campuran.
Paragraf yang mempunyai ide pokok di seluruh paragraf disebut paragraf narasi.
3
Kalimat utama
Kalimat utama merupakan kalimat yang berisi ide pokok. Kalimat utama dapat
ditemukan di awal, akhir, awal dan akhir, atau diseluruh paragraf.
4
Kalimat penjelas
Kalimat penjelas merupakan kalimat
pendukung atau memperjelas kalimat utama. Kalimat penjelas harus menjabarkan
atau memperjelas kalimat utama.
2.2.3
Syarat-syarat dalam Penulisan Paragraf
1.
Kesatuan Paragraf
Dalam sebuah
paragraf terdapat hanya satu pokok pikiran. Kalimat yang membentuk paragraf
perlu ditata secara cermat agar tidak ada satu pun kalimat yang menyimpang dari
ide pokok paragraf itu. Jika ada kalimat yang menyimpang dari pokok pikiran
paragraf itu, maka akan menjadi tidak berpautan, tidak utuh.
2.
Kepaduan Paragraf
Kepaduan
paragraf dapat dilihat dari melalui penyusunan kalimat secara logis dan melalui
ungkapan-ungkapan (kata-kata) pengait antar kalimat.
1)
Kata Ganti
Ungkapan pengait paragraf
dapat juga berupa kata ganti, baik kata ganti orang maupun kata ganti yang
lain.
Kata Ganti Orang
Kata ganti orang pertama : saya, aku, ku, kami
Kata ganti orang kedua : engkau, kau, kamu, mu, kamu
sekalian
Kata ganti orang ketiga : dia, ia, beliau, mereka, dan
nya
Contoh :
Ibu Sud adalah pencipta lagu empat zaman yang sangat
produktif. Beliau telah menciptakan tidak kurang dari dua ratus buah lagu.
2) Kata Ganti yang Lain
Kata ganti yang lain digunakan dalam menciptakan
kepaduan paragraf ialah : itu, ini, tadi, begitu, demikian, di situ, ke situ,
di atas, di sana, di sini.
Contoh :
Itu asrama mereka. Mereka tinggal di situ sejak kuliah
tingkat satu sampai dengan meraih gelar sarjana. Orang tua mereka juga sering
berkunjung ke situ.
3.
Kelengkapan Paragraf
Kelengkapan paragraf
mengacu pada adanya pikiran utama yang berwujud kalimat utama dan pikiran
penjelas yang berwujud kalimat-kalimat penjelas. Kalimat-kalimat penjelas
haruslah menunjang kejelasan kalimat utama. Paragraf dinyatakan sebagai
paragraf tidak lengkap jika tidak dikembangkan secara baik.
2.2.4 Teknik Pengembangan Paragraf
1. Pengembangan Secara Alamiah
a) Urutan ruang (spasial)
Paragraf yang dikembangkan berdasarkan urutan ruang atau tempat, membawa pembaca dari satu titik ke titik berikutnya dalam sebuah “ruangan”. Hal itu berarti kalimat yang satu mengungkapkan suatu bagian (gagasan) yang terdapat pada posisi tertentu, dan diikuti oleh kalimat-kalimat lain yang mengungkapkan gagasan yang berada pada posisi yang lain.
Contoh :
Marco Polo adalah salah satu penjelajah paling terkenal di dunia. Petualangan bersejarah Marco Polo dimulai pada tahun 1272 dari kota kelahirannya yaitu Venesia menuju ke daerah selatan Irak dan tinggal selama satu tahun disana. Ia kemudian melanjutkkan perjalanan ke Teluk Persia menuju Khurasan lalu tinggal di Afghanistan selama satu tahun. Selama tinggal di Afghanistan, ia juga mengunjungi beberapa tempat seperti Pakistan dan Khasmir. Setelah meninggalkan Afghanista, Marco Polo sempat singgah ke Nusantara melauli Sri Lanka. Marco Polo akhirnya kembali lagi ke Venesia melalui jalur sutera sepanjang Cina sampai Turki.
b) Urutan waktu (kronologis)
Paragraf
yang menggambarkan urutan terjadinya peristiwa, perbuatan, atau tindakan. Paragraf yang dikembangkan dengan cara
ini tidak dijumpai adanya kalimat utama atau kalimat topik.
Contoh :
Aku adalah salah satu murid dari sekolah favorit di
kotaku.Setiap hari jadwalku di sekolah sangat padat. Bel masuk di sekolahku
memang baru masuk pukul 07.00, tapi kubiasakan setiap hari untuk bangun pagi
pukul 04.00 agar tidak tegesa-gesa. Setalah bangun biasanya aku akan langsung
mengambil air wudhu untuk shalat subuh. Tak lupa aku menata buku sesuai mata
pelajaran hari ini. Kusempatkan juga mengecek beberapa buku kalau-kalau ada PR
yang belum kukerjakan. Setelah makan pagi dan mandi, yaitu sekitar pukul 06.15,
aku langsung menuju kesekolah. Aku biasa pergi ke sekolah naik sepeda motor,
kadang juga naik kendaraan umum. Pukul 06.30 aku sudah sampai di sekolah karena
jarak rumahku dari sekolah tidak terlalu jauh hanya sekitar 10 km. Pelajaran di
sekolah biasanya selesai pukul 14.00, namun di hari-hari tertentu kami
mengikuti kegiatan pendalaman materi dan baru pulang pukul 16.00.
2.
Pengembangan Secara
Logis
a) Klimak Antiklimaks
Pengembangan paragraf secara klimaks-antiklimaks dilakukan
dengan terlebih dulu gagasan yang dianggap paling tinggi/atas/kompleks
kedudukannya atau kepentingannya, baru diikuti dengan gagasan-gagasan yang
berupa rincian yang dianggap sebagai gagasan bawahan, gagasan yang dianggap
kurang penting atau rendah kedudukannya.
Contoh :
Perkembangan komunikasi di Indonesia sangat berkembang
pesat. Pada jaman dahulu jarang ditemukan alat komunikasi. Dengan perkembangan
jaman, teknologi mulai menciptakan inovasi baru dibidang komunikasi. Dimulai
dengan kita mengenal komunikasi dengan cara surat menyurat. Lalu dengan adanya
telepon koin yang dapat kita temui di sepanjang jalan. Bebarapa tahun ke depan
tercipta telepon gengam yang dapat membantu orang dalam berkomunikasi di
manapun mereka berada.
Penjelasannya adalah pada paragraf di atas awal pargraf
sebagai gagasan paling tinggi lalu di ikuti dengan kalimat-kalimat yang
mendukung gagasan sebelumnya.
b)
Paragraf
dikembangkan Secara Deduktif dan Induktif
Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal
paragaraf dan dilengkapi dengan kalimat penjelas sebagai pelengkapnya.
Paragrafdeduktif adalah paragraf yangdimulai daripernyataan yang
bersifatumum, kemudian diturunkan atau dikembangkan dengan menggunakanpernyataan-pernyataan
bersifat khusus. Pernyataan yang bersifat khusus itu bisa berupa penjelasan, rincian, contoh-contoh, atau bukti-buktinya.
Karena paragraf itu dikembangkan dari pernyataan umum dengan mengemukakan
pernyataan-pernyataan khusus, dapatlah dikatakan bahwa penalaran paragraf
deduktif itu berjalan dari umum ke khusus.
Contoh :
Bayam sangat baik untuk kesehatan
Anda. Bayam mencegah penyakit mata dan kehilangan penglihatan, serta sangat
baik untuk fungsi otak. Bayam dapat juga menjaga usus dari kanker usus besar,
prostat, dan kanker payudara. Bayam juga dapat mencegah penyakit jantung dan
stroke, menurunkan tekanan darah, serta sangat bagus untuk kesehatan tulang.
Penjelasannya
adalah pada paragraf diatas kalimat utama atau ide pokok terdapat di awal
paragraf “ Bayam sangat baik untuk kesehatan Anda ” , kemudian dikembangkan
dengan dengan kalimat-kalimat penjelas.
Paragrafinduktif adalah paragraf yangdimulai daripernyataan yang bersifatkhusus,
kemudian di akhir paragraf terdapat pernyataan yang bersifat umum.
Ciri-ciri Paragraf Induktif antara lain :
Ciri-ciri Paragraf Induktif antara lain :
· Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
· Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa
khusus
· Kesimpulan terdapat di akhir paragraf
Contoh :
Setiap hari Nina selalu pulang malam. Sekitar
jam 22.00. Sangat tak masuk akal jika seorang pelajar pulang malam.Diapun tak
pernah belajar.Maka dari itu sangat wajar sekali jika Nina tidak naik kelas.
Penjelasannya adalah pada paragraf di atas terlebih dahulu kalimat-kalimat
pendukung dan ide pokok paragraf terdapat di akhir paragraf sebelumnya “Maka
dari itu sangat wajar sekali jika Nina tidak naik kelas”
2.3 WACANA
2.3.1 Pengertian
Wacana
adalah rentetan kalimat ang berkaitan, yang menghubungkan preposisi yang satu
dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan sehingga terbentuk makna yang
serasi diantara kalimat-kalimat itu. Brown dan Yule mentebutkan bahwa wacan
adalah bahasa yang digunakan. Menurut kinneavy wacana pada umumnya adalah teks yang lengkap yang disampaikan
secara lisan maupun tulisan yang tersusun oleh kalimat yang berkaitan, tidak
harus menampilkan isi yang koheran secara rasional. Wacana dapat diarahkan ke
satu tujuan bahasa atau mengacu jenis kenyataan.
2.3.2 Jenis-Jenis
Wacana
a.
Karangan
Narasi
Narasi
adalah wacana atau karangan yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian
sehingga pembaca seolah-olah mengalami peristiwa yang di ceritakan itu .
Kunci :
·
Ada urutan peristiwa atau kejadian atau
jalan cerita(plot)
·
Ada tokoh-tokoh.
·
Ada latar atau setting (tempat, waktu
dan suasana)
·
Unsur-unsur
penting dalam sebuah narasi adalah:
a. kejadian,
b. tokoh,
c. konflik,
d. alur/plot.
e. latar yang terdiri atas latar waktu,
tempat, dan suasana.
1.
Tahapan
menulis narasi, yaitu sebagai berikut.
a. menentukan tema cerita
b. menentukan tujuan
c. mendaftarkan topik atau gagasan
pokok
d. menyusun gagasan pokok menjadi
kerangka karangan secara kronologis atau urutan waktu.
e. mengembangkan kerangka menjadi
karangan.
2.
Contoh Wacana narasi
Doni terlambat ke
sekolah hari ini karena bangun kesiangan.Ia tiba di sekolah pukul 7.45, sehingga ia di tegur oleh
guru piket. Dan ketike masuk ke ruangan bahasa inggris ia di larang masuk
karena waktu untuk yang kesiangan telah habis.
Jenis
Narasi terbagi menjadi 2, yaitu :
1. Narasi Fiktif,
yaitu Narasi yang bersifat imajinatif. Narasi semacam itu disebut narasi
sugestif. Contoh : cerpen, roman dan
novel.
Kunci
:
·
Bahasa cenderung figuratif dan konotatif
·
Menggugah imajinasi
·
Menyampaikan anamat secara tersirat.
2. Narasi Nonfiktif, yaitu yang mengisahkan peristiwa-peristiwa
faktual yang benar-benar terjadi. Narasi semacam ini disebut narasi
ekspositoris. Contoh : biografi, autobiografi, laporan perjalanan dan
sebagainya.
Kunci
:
·
Bahasa cenderung informatif dan denotativ
·
Menggugah penalaran
·
Menyampaikan informasi untuk memperluas
wawasan.
b.
Karangan
Deskripsi
Karangan
Deskripsi adalah karangan yang bertujuan untuk memberi gambaran sesuatu kepada
pembaca sehingga pembaca seolah-olah melihat sendiri objek yang di deskripsikan.
Kunci :
a.
Menggambarkan keadaan atau sesuatu.
b.
objek yang di deskripsikan dapat
berupa keindahan alam, keindahan jasmani, watak,atau objek tertentu yang dapat
di serap pancaindera.
c.
Tahapan
menulis karangan deskripsi, yaitu:
·
menentukan
objek pengamatan
·
menentukan
tujuan
·
mengadakan
pengamatan dan mengumpulkan bahan
·
menyusun
kerangka karangan
·
mengembangkan
kerangka menjadi karangan.
Contoh Wacana Deskripsi
Kilometer
nol, sebuah lambing
Sebuah tugu di ujung utara pulau
aceh, berdiri tegak setinggi delapan meter. Landasannya, beton berteratak mirip
tangga bersusun lima. Dengan panjang dan lebar sekitar enam meter.Tugu itu
terletak di sebuah semak belukar di bilangan jaboi, Kotamadya Sabang.
Itulah kilometer nol Indonesia.
Berada di tugu itu, terasa sesuatu merayap di kalbu, perasaan keindonesiaan
.lagu patriotic dari Sabang sampai Marauke seakan-akan terngiang –ngiang di
telinga. Kita sedang menginjak setapak tanah di ujung paling barat Nusantara.
Lambang Garuda begitu megah bertenger di puncak tugu. Di bawah kai Sang
Garuda, ada relief yang melukiskan untaian zamrud kepulauan di Indonesia.
Memang, sempat timbul tanda tanya, apakah kilometer nol Indonesia ini benar
menjadi ukuran pasti di mulainya bentangan jalan raya dari ujung Barat Indonesia
ke Timur. Akan tetapi, berada di titik itu, slogan Sabang sampai Marauke
tiba-tiba menjadi sangat bermakna.
c.
Karangan
Eksposisi
Karangan
Eksposisi adalah karangan yang bertujuan untuk memaparkan atau menjelaskan
suatu hal atu objek.
Kunci :
a) Umumnya
berupa ciri-ciri atau indetifikasi suatu objek.
b) Menggunakan
contoh, grafik, dan sejenisnya dengan tujuan menjelaskan kepada pembaca.
c) Tahapan menulis karangan eksposisi,
yaitu sebagai berikut.
·
menentukan
objek pengamatan
·
menentukan
tujuan dan pola penyajian eksposisi
·
mengumpulkan
data atau bahan
·
menyusun
kerangka karangan, dan
·
mengembangkan
kerangka menjadi karangan.
·
Pengembangan
kerangka karangan berbentuk eksposisi dapat berpola penyajian berikut:
-
Urutan
topik yang ada
-
Urutan
klimaks dan antiklimaks
Contoh Wacana Eksposisi
Jatuhnya pesawat berkapasitas 266 penumpang airbus A300-600 merupakan
peristiwa kedua bagi American Airlines beberapa detik lepas landas dari bandara
udara internasional O’Hare Chicago, tiba-tiba mesin kiri lepas dari dudukannya.
Pilot tidak bisa mengendalikan pesawat akibat keseimbangan pesawat mendadak
berubah dengan jatuhnya mesin berbobot sekitar 5 ton. Pesawat mendarat dan
menghujam tempat parkir kendaraan 31 detik kemudian 271 penumpang plus awak
tewas seketika.
Kecelakaan lain menyangkut mesin copot dialami oleh pesawat kargo EI-Al
milik flag carier Israel, 4 Oktober 1992. Mesin nomor empat atau yang paling
ujung pada sayap kanan, tiba-tiba lepas akibat dua fuse-pin (baut dudukan
mesin) lepas. Di susul kemudian oleh mesin nomor tiga. Mendadak kehilangan dua
mesin, pilot tidak dapat mengendalikan pesawat dan menabrak gedung bertingkat
di Amsterdam, Belanda. Empat awak tewas berikut 47 penghuni flat yang di
tabrak.
d.
Karangan
Argumentasi
Karangan
Argumentasi adalah karangan yang berisi pendapat sikap atau penilaian terhadap
sesuatu yang disertai dengan alasan dan bukti
Kunci :
·
Memberikan alasan yang kuat dan
meyakinkan.
·
Contoh Wacana Argumentasi
Menurut Iskandar, sudah saatnya masyarakat mengubah paradigma agar lulus
SMP langsung masuk SMA. Kalau memang lebih berbakat pada jalur profesi
sebaiknya memilih SMK. Dia mengingatkan sejumlah resiko bagi lulusan SMP yang
sembarang melanjutkan sekolah. Misalnya lulusan SMP yang tidak mempunyai bakat
minat ke jalur akademik sampai perguruan tinggi , tetapi memaksakan masuk SMA.
Dia tidak akan lulus UAN karena sulit mengikuti pelajaran di SMA. Tanpa lulus
UAN mustahil bisa sampi perguruan tinggi. Pada akhirnya mereka akan menjadi
pengangguran karena peljaran SMA tidak memberi bekal untuk bekerja.
e.
Karangan
persuasi
Karangam yang memang diciptakan untuk pembaca atau
pendengar untuk mempengaruhi
Kunci
:
·
Menggunakan kalimat yang berupa ajakan
atau himbauan.
·
Contoh 1:
Marilah kita membuang sampah pada tempatnya, agar lingkungan kita bebas
dari banjir dan bebas dari penyakit yang disebabkan oleh sampah – sampah yang
di buang tidak pada tempatnya.Oleh karena itu, perlu kesadaran pada diri kita
masing – masing untuk membuang sampah pada tempatnya.
2.3.3 Karakteristik
Wacana
Wacana
merupakan medium komunikasi verbal yang bisa diasumsikan dengan adanya penyapa
(pembicara dan penulis) dan pesapa (penyimak dan pembaca).
1. Ciri-ciri Wacana
Berdasarkan
penjelasan di atas, dapat diperoleh ciri atau karakterisitik sebuah
wacana.Ciri-ciri wacana adalah sebagai berikut.
a. Satuan
gramatikal
b. Satuan
terbesar, tertinggi, atau terlengkap
c. Untaian
kalimat-kalimat
d. Memiliki
hubungan proposisi
e. Memiliki
hubungan kontinuitas, berkesinambungan
f. Memiliki
hubungan koherensi
g. Memiliki
hubungan kohesi
h. Rekaman
kebahasaan utuh dari peristiwa komunikasi
i.
Bisa transaksional juga interaksional
j.
Medium bisa lisan maupun tulis
k. Sesuai
dengan konteks
2.4.KUTIPAN
2.4.1.
Pengertian Kutipan
Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia, mengutip adalah mengambil
perkataan atau kalimat dari buku atau yang lainnya. Mengutip itu berbeda dengan
plagiat. Plagiat adalah mengambil karangan atau pendapat orang lain dan
menjadikannya seolah-olah karangan atau pendapat sendiri.
Kutipan
adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang penulis, baik yang terdapat
dalam buku, majalah, koran, kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, internet, dan
sumber lainnya, ataupun berasal dari ucapan seorang tokoh. Pengertian lain dari
Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses
pengambilan gagasan itu disebut mengutip.
2.4.2.
Fungsi
dan Penulisan Kutipan
Fungsi
kutipan diantaranya :
1. Sebagai
landasan teori.
2.
Penguat
pendapat penulis.
3.
Penjelasan
suatu uraian.
4.
Bahan bukti
untuk menunjang pendapat itu.
Penulisan kutipan berfungsi:
1.
Untuk menunjang fakta, konsep, gagasan atau untuk
memberikan informasi tentang sumber data, gagasan dan lain-lain yang relevan.
2. Untuk
memberikan penjelasan tambahan tentang suatu masalah yang dikemukakan dalam
teks atau untuk menjelaskan definisi istilah secara cermat.
3. Sedangkan fungsi utama kutipan dalam karya ilmiah adalah menegaskan isi
uraian atau membuktikan kebenaran yang diajukan oleh penulis berdasarkan
bukti-bukti yang diperoleh dari literatur, pendapat seseorang atau pakar,
bahkan pengalaman empiris. Peletakan kutipan dilakukan dalam dua cara yakni, pada
teks atau menjadi bagian catatan kaki
2.4.3.
Manfaat Kutipan
·
Menunjukkan
kualitas ilmih yang lebih tinggi.
·
Menunjukkan
kecermatan yang lebih akurat.
·
Memudahkan
penilaian penggunaan sumber dana.
·
Memudahkan
pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
·
Mencegah
pengulangan penulisan data pustaka.
·
Meningkatkan
estetika penulisan.
·
Memudahkan
peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah
yang terkait dengan data pustaka.
2.4.4.
Macam-macam Kutipan
Kutipan
dibagi menjadi 2(dua) macam yaitu :
1.
Kutipan Langsung (Direct Quotation)
Kutipan
Langsung adalah pernyataan yang ditulis dalam susunan kalimat aslinya tanpa mengalami
perubahan sedikitpun.
Kutipan langsung biasanya digunakan untuk
hal-hal sebagai berikut:
Ø Untuk mengutip rumus atau model matematika
Ø Untuk mengutip peraturan-peraturan hukum, surat keputusan, surat perintah.
Ø
Untuk mengutip
peribahasa, puisi, karya drama, dan kata-kata mutiara.
Ø
Untuk mengutip
beberapa definisi yang dinyatakan dalam kata-kata yang sudah pasti.
Ø
Untuk memgutip
beberapa pernyataan ilmiah yang jika
dinyatakan dalam bentuk lain dikhawatirkan akan kehilangan maknanya.
Kutipan langsung dibagi menjadi 2,yaitu:
a)
Kutipan langsung pendek (short direct quotation)
Adalah kutipan langsung yang
panjangnya tidak melebihi tiga baris ketikan. Kutipan yang demikian
dimasukkan dalam teks dengan memberikan tanda petik diantara bahan yang
dikutip. Kalau kutipan itu perlu dihilangkan beberapa kata atau bagian dari
kalimat, maka pada awal kalimat diberi titik tiga buah.
b)
Kutipan langsung panjang (Long Direct Quotation)
Adalah kutipan
langsung yang panjangnya lebih dari tiga baris ketikkan. Kutipan tersebut
diberi tempat sendiri, dalam alinea baru yang berdiri sendiri, diketik dengan
satu spasi, dan lebar jorokkan kedalam dan kalimat pertama adalah tujuh ketukan
huruf dari garis tepi yang baru, sedangkan baris kedua dan seterusnya dimulai sesudah
dua ketukan huruf dari garis tepi kiri, serta tidak ditulis antara tanda petik.
Kutipan langsung dapat dilakukan
dengan cara:
·
Dalam
bentuk aslinya, tidak disingkat, tidak dipotong, dan tidak diterjemahkan;
·
Dalam
bahasa aslinya, kemudian diterjemahkan atau aslinya dimasukkan dalam lampiran,
dan terjemahannya dimasukkan dalam teks.
Contoh:
Berkenaan dengan kegiatan pembalakan liar (illegal logging), seorang tokoh masyarakat mengatakan bahwa ”kegiatan illegal logging di wilayah ini sudah sangat parah, dan upaya untuk membasminya seperti menegakkan benang basah” (Suparlan, wawancara, 21 Juli 2007).
Berkenaan dengan kegiatan pembalakan liar (illegal logging), seorang tokoh masyarakat mengatakan bahwa ”kegiatan illegal logging di wilayah ini sudah sangat parah, dan upaya untuk membasminya seperti menegakkan benang basah” (Suparlan, wawancara, 21 Juli 2007).
c)
Kutipan Tidak Langsung (Indirect Quotation atau paraphrase)
Adalah kutipan
yang tidak persis sama seperti bahan aslinya. Kutipan ini merupakan suatu
ketikan pokok-pokok pikiran atau ringkasan kesimpulan menurut jalan pikiran dan
bahasa pengutip sendiri. Kutipan ini tidak dituliskan diantara tanda petik,
melainkan langsung dimasukkan dalam kalimat atau alinea.
Kutipan tidak langsung dibedakan menjadi dua, yaitu:
a)
Kutipan tidak
langsung pendek(short indirect quotation)
Adalah kutipan tidak langsung yang terdiri dari
satu alinea atau kurang.
b)
Kutipan tidak
langsung panjang(long indirect quotation)
Adalah kutipan tidak langsung yang terdiri lebih dari satu alinea.
2.
Kutipan
tidak langsung dapat dilakukan dengan cara:
·
Menggunakan
kata-kata sendiri, akan tetapi pengertiannya tidak berbeda dengan
ide/bahan/data orang lain yang dikutip;
·
Membuat
tabel, peta, diagram dari data orang lain;
·
Menyusun
bagan data orang lain;
·
Menyadur
pendapat orang lain.
Contoh:
Gelombang demokratisasi yang ada di dunia ini bisa dibagi menjadi tiga periode, yakni demokratisasi gelombang pertama yang berlangsung antara 1828-1926, demokratisasi gelombang kedua yang terjadi antara 1943-1962, dan demokratisasi gelombang ketiga yang dimulai dari tahun 1974 sampai tahun1990-an (Huntington 1991). Mengingat sekarang masih banyak rejim-rejim otoriter, apakah akan ada gelombang demokratisasi keempat?
Gelombang demokratisasi yang ada di dunia ini bisa dibagi menjadi tiga periode, yakni demokratisasi gelombang pertama yang berlangsung antara 1828-1926, demokratisasi gelombang kedua yang terjadi antara 1943-1962, dan demokratisasi gelombang ketiga yang dimulai dari tahun 1974 sampai tahun1990-an (Huntington 1991). Mengingat sekarang masih banyak rejim-rejim otoriter, apakah akan ada gelombang demokratisasi keempat?
2.4.5.
Prinsip-Prinsip Mengutip
Dalam
mengutip kita harus menyebutkan sumbernya. Hal itu dimaksudkan sebagai
pernyataan penghormatan kepada orang yang pendapatnya dikutip, dan sebagai
pembuktian akan kebenaran kutipan tersebut. Beberapa prinsip yang harus
diperhatikan pada waktu membuat kutipan adalah:
1. Jangan
mengadakan perubahan
Pada waktu
melakukan kutipan langsung, pengarang tidak boleh mengubah kata-kata atau
teknik dari teks aslinya. Bila pengarang menganggap perlu untuk mengadakan
perubahan tekniknya, maka ia harus menyatakan atau memberi keterangan yang
jelas bahwa telah diadakan perubahan tertentu. Misalnya dalam naskah asli tidak
ada kalimat atau bagian kalimat yang diletakkan dalam huruf miring (kursif)
atau digaris-bawahi, tetapi oleh pertimbangan penulis kata-kata atau bagian
kalimat tertentu itu diberi huruf tebal, huruf miring, atau diregangkan.Dalam
hal yang demikian penulis harus memberi keterangan dalam tanda kurung segi
empat [. . .] bahwa perubahan teknik itu dibuat sendiri oleh penulis, dan tidak
ada dalam teks aslinya.
2.
Bila ada kesalahan
Bila dalam
kutipan terdapat kesalahan atau keganjilan, entah dalam persoalan ejaan maupun
dalam soal-soal ketatabahasaan, penulis tidak boleh memperbaiki
kesalahan-kesalahan itu.Demikian pula halnya kalau penulis tidak setuju dengan
suatu bagian dari kutipan itu.
Dalam hal
ini penulis diperkenankan mengadakan perbaikan atau catatan terhadap kesalahan
tersebut. Perbaikan atau catatan itu dapat ditempatkan sebagai catatan kaki,
atau dapat pula ditempatkan dalam tanda kurung segi empat [. . .]. Catatan dalam
tanda kurung segi empat itu langsung ditempatkan di belakang kata atau unsur
yang hendak diperbaiki, diberi catatan, atau yang tidak disetujui itu.
Misalnya, kalau kita tidak setuju dengan bagian itu, maka biasanya diberi
catatan singkat: [sic!] –kata sic!yang ditempatkan dalam kurung
segi empat menunjukkan bahwa penulis tidak bertanggung jawab atas kesalahan
itu, ia sekedar mengutip sesuai dengan apa yang terdapat dalam naskah aslinya.
3.
Menghilangkan bagian kutipan
Dalam kutipan diperkenankan pula
menghilangkan bagian-bagian tertentu dengan syarat bahwa penghilangan bagian
itu tidak boleh mengakibatkan perubahan makna aslinya atau makna
keseluruhannya. Penghilangan itu biasanya dinyatakan dengan mempergunakan tiga titik
berspasi [. . .]. Jika unsur yang dihilangkan itu terdapat pada akhir sebuah
kalimat, maka ketiga titik berspasi itu ditambahkan sesudah titik yang
mengakhiri kalimat itu.Bila bagian yang dihilangkan itu terdiri dari satu
alinea atau lebih, maka biasanya dinyatakan dengan titik-titik berspasi
sepanjang satu baris halaman. Dalam hal ini sama sekali tidak diperkenankan
untuk menggunakan garis penghubung [ - ] sebagai pengganti titik-titik. Bila
ada tanda kutip, maka titik-titik itu –baik pada awal kutipan maupun pada akhir
kutipan- harus dimasukkan dalam tanda kutip sebab unsur yang dihilangkan itu
dianggap sebagai bagian dari kutipan.
2.5.DAFTAR PUSTAKA
2.5.1. Pengertian Daftar Pustaka
Daftar Pustaka yaitu
suatu daftar yang berisi semua sumber bacaan yang digunakan sebagai bahan acuan
dalam penulisan karya ilmiah seperti Makalah, Skripsi, Tugas Akhir, Laporan,
Thesis,dan penelitian. Pemilihan daftar pustaka ini harus benar-benar sesuai
dengan pokok permasalahan yang dibahas dalam makalah. Mahasiswa, Dosen, Siswa
tidak boleh mencantumkan nama/judul buku, artikel/jurnal serta dokumen lainnya
baik cetak maupun internet yang tidak terdapat dalam daftar pustaka ini. Salah
satu fungsi dari daftar pustaka adalah sebagai pelengkap dan sebuah catatan
kaki.Mengapa Daftar Pustaka itu dapat pula dilihat sebagai pelengkap?Karena
bila seorang pembaca ingin mengetahui lebih lanjut tentang referensi yang
terdapat pada catatan kaki.maka ia dapat mencarinya dalam Daftar Pustaka. Dalam
Daftar Pustaka dapat mengetahui keterangan-keterangan yang lengkap mengenai
buku atau majalah itu.
Mengingat arti Penting
dari bagian karya ilmiah yang satu ini, maka mahasiswa, dosen,siswa maupun
masyarakat umum lainnya perlu mengetahui Cara dan Teknik Penulisan Daftar
Pustaka yang baik dan benar.
2.5.2.
Tujuan Penulisan Daftar Pustaka(Bibliografi)
1) Memberikan
deskripsi yang penting tentang buku, majalah secara keseluruhan.
2) Sebagai
pelengkap, karena bila seseorang pembaca ingin mengetahui lebih lanjut tentang
referensi yang terdapat pada catatan kaki, maka ia dapat mencarinya dalam
daftar pustaka.
3) Dalam
daftar pustaka terdapat keterangan-keterangan yang lengkap mengenai buku atau
majalah tersebut.
2.5.3. Unsur-unsur
Daftar pustaka
·
Nama pengarang, yang dikutip secara
lengkap.
·
Judul Buku, termasuk judul tambahannya.
·
Data publikasi: penerbit, tempat terbit,
tahun terbit, cetakan keberapa, nomor jilid, dan tebal (jumlah halaman) buku
tersebut.
·
Untuk sebuah artikel diperlukan pula
judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, jilid. nomor dan tahun.
2.5.4.
Macam-macam Daftar Pustaka
1)
Buku-buku dasar : buku yang dipergunakan
sebagai bahan orientasi umum mengenai pokok yang digarap itu.
2)
Buku-buku khusus : yaitu buku-buku yang
dipakai oleh penulis untuk mencari bahan-bahan yang langsung bertalian dengan
pokok persoalan yang digarap.
3)
Buku-buku pelengkap : buku-buku yang
topiknya lain dari topik yang digarap penulis.
2.5.5.
Cara Menulis Daftar Pustaka
Berikut
ini merupakan contoh dari bagaimana penulisan daftar pustaka pada penulisan
makalah, skripsi atau penelitian dan lain sebagainya.
(1) Penulisan daftar pustaka dalam
pengambilan data dari internet, pertama; tulis nama, kedua; tulis (tahun buku
atau tulisan dibuat dalam tanda kurung) setelah itu beri (tanda titik), ketiga;
tulis judul buku/tulisannya lalu beri (tanda titik) lagi, keempat; tulis alamat
websitenya gunakan kata (from) untuk awal judul web dll setelah itu beri tanda
koma, kelima; tulis tanggal pengambilan data tersebut.
(2)
Penulisan
daftar pustaka dalam pengambilan data dari buku, pertama; penulisan nama untuk
awal menggunakan huruf besar terlebih dahulu setelah nama belakang ditulis beri
(tanda koma), dimulai dari nama belakang lalu beri (tanda koma) dan dilanjutkan
dengan nama depan, kedua; tahun pembuatan atau penerbitan buku, ketiga; judul
bukunya ingat ditulis dengan mengunakan huruf miring setelah judul gunakan
(tanda titik), keempat; tempat diterbitkannya setelah tempat penerbitan gunakan
(tanda titik dua), dan kelima; penerbit buku tersebut diakhiri dengan (tanda
titik).
(3)
Penulisan
daftar pustaka yang lebih dari satu/dua orang penulis dalam buku yang sama.
Pertama tulis nama belakang dari penulis
yang pertama setelah nama belakang beri (tanda koma) lalu tulis nama depan jika
nama depan berupa singkatan tulis saja singkatan itu setelah nama pertama
selesai beri (tanda titik) lalu beri (tanda koma) untuk nama kedua / ketiga
ditulis sama seperti nama sali alis tidak ada perubahan, yang berubah
penulisannya hanya orang pertama sedangkan orang kedua dan ketiga tetap.
Setelah penulisan nama kedua selesai, nah jika tiga penulis gunakan tanda dan
(&) pada nama terakhir begitupula jika penulisnya hanya dua orang saja,
setelah penulisan nama selesai, Kedua; tahun pembuatan atau cetakan buku
tersebut dengan diawali [tanda kurung buka dan kurung tutup/ ( )] setelah itu beri (tanda titik). Ketiga;
judul buku atau karangan setelah itu beri (tanda koma) dan ditulis dengan huruf
miring ok. keempat; yaitu penulisan tempat penerbitan/cetakan setelah itu beri
(tanda titik dua : ) dan terakhir kelima; nama perusahaan penerbit buku atau
tulisan tersebut dan diakhiri (tanda titik).
Untuk gelar akademik tidak ditulis dalam penulisan daftar pustaka.
Contohnya Seperti dibawah ini:
Suteja, B.R.,
Sarapung, J.A, & Handaya, W.B.T. (2008).Memasuki
Dunia E-Learning, Bandung: Penerbit Informatika.
Whitten, J.L.,Bentley, L.D.,
Dittman, K.C. (2004). Systems Analysis
and Design Methods. Indianapolis: McGraw-Hill Education.
Perlu
diingat juga untuk penulisan daftar pustaka yang banyak harus berurutan
penulisannya. Nama dari sumber yang diambil sebagai daftar pustaka ditulis
berdasarkan urutan Abjad dari nama masing-masing tersebut, dimulai dengan Abjad
A-Z itulah urutan penulisan daftar pustaka yang baik yaitu sesuai dengan urutan
nama-namanya.
2.5.6.
Contoh-contoh Daftar Pustaka
1.
Buku
Nama Pengerang.Tahun terbit. Judul Buku. Kota
terbit: Penerbit.
Contoh:
Keraf, Gorys. 1980. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia.
2.
Buku
Terjemahan :
Penulis asli, tahun buku
terjemahan, judul buku terjemahan (harus ditulis miring),
volume (jika ada), edisi (jika ada), (diterjemahkan oleh : nama
penerjemah),nama penerbit terjemahan dan kota penerbit terjemahan.
3.
Artikel
dalam Buku :
Penulis artikel, tahun, judul artikel (harus ditulis miring), nama editor, judul buku (harus ditulis miring),volume (jika ada), edisi (jika ada), nama penerbit dan kota penerbit.
Penulis artikel, tahun, judul artikel (harus ditulis miring), nama editor, judul buku (harus ditulis miring),volume (jika ada), edisi (jika ada), nama penerbit dan kota penerbit.
4.
Artikel dari Koran
Nama
Penulis.Tahun terbit. “Judul Artikel”. Nama Koran.Tanggal terbit.
Contoh:
Tabah, Anton. 1984. “Polwan Semakin
Efektif dalam Penegakan Hukum”. Sinar
Harapan, 1 September 1984.
5.
Artikel dari majalah
Nama
Penulis.Tahun terbit. “Judul Artikel”.Nama
Majalah Nomor edisi.
Contoh:
Kleiden, Ignas. 2005. “Politik
Perubahan Tanpa Perubahan Politik”. Tempo
No. 50 tahun XXXIII.
6.
Artikel
dalam majalah ilmiah :
Penulis,
tahun, judul artikel, nama majalah (harus ditulis miring
sebagai singkatan resminya), nomor, volume dan halaman.
7.
Artikel
majalah ilmiah versi cetakan :
Penulis, tahun, judul artikel, nama majalah (harus ditulis miring sebagai singkatan resminya), nomor, volume dan halaman.
Penulis, tahun, judul artikel, nama majalah (harus ditulis miring sebagai singkatan resminya), nomor, volume dan halaman.
8.
Artikel
majalah ilmiah versi online
Penulis,
tahun, judul artikel, nama majalah ((harus ditulis miring
sebagai singkatan resminya), nomor, volume, halaman dan alamat website.
9.
Artikel dari Internet.
Nama Penulis.Tahun dibuatnya
artikel (jika ada). “Judul Artikel”. Alamat situs.Tanggal diaksesnya artikel.
Contoh:
Malik,
Aji Istofana. 2006. “Cara Menulis Daftar
Pustaka dan Catatan Kaki”.
http://aurigamaulana.blogspot.com/2013/10/cara-menulis-daftar-pustaka-dan-catatan-kaki.html.
Diakses tanggal 15 September 2010.
10.
Artikel
dalam seminar ilmiah :
Penulis,
tahun, judul artikel, Judul prosiding Seminar (harus ditulis
miring), kota seminar
11.
Artikel
lepas tidak dimuat dalam prosiding seminar:
Penulis,
tahun, judul artikel, Judul prosiding Seminar (harus ditulis
miring), kota seminar, dan tanggal seminar.
12.
Pustaka
dalam bentuk Skripsi/tesis/disertasi :
Penulis,
tahun, judul skripsi, Skripsi/tesis/Disertasi (harus ditulis
miring), nama fakultas/program pasca sarjana, universitas, dan kota.
13.
Pustaka
dalam bentuk Laporan penelitian :
Peneliti,
tahun, judul laporan penelitian, nama laporan penelitian (harus
ditulis miring), nama proyek penelitian, nama institusi, dan kota.
14.
Pustaka
dalam bentuk artikel dalam surat kabar :
Penulis,
tahun, judul artikel, nama surat kabar (harus ditulis miring),
nama surat kabar, tanggal terbit dan halaman.
15.
Pustaka
dalam bentuk Dokumen paten :
Penemu,
tahun, judul paten (harus ditulis miring), paten negara,
Nomor.
16.
Artikel
umum
Penulis,
tahun, judul artikel, alamat website (harus ditulis miring),
diakses tanggal ………
2.6. CATATAN KAKI
Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah
setiap lembaran akhir bab sebuah karangan ilmiah. Catatan kaki berfungsi untuk
memberikan keterangan dan komentar, serta menjelaskan mengenai sumber kutipan
atau pedoman penyususanaan daftar bacaan.
2.6.1
Tujuan
Penulisan Catatan Kaki
Catatan kaki memiliki empat tujuan utama, yaitu:
Catatan kaki memiliki empat tujuan utama, yaitu:
- Menjelaskan referensi bagi pernyataan dalam teks (biasa disebut catatan kaki sumber atau reference footnote). Yang dikutip bisa mencakup fakta-fakta khusus, pendapat, atau ungkapan langsung dari otoritas yang karya-karyanya menjadi rujukan dalam karya tulis ilmiah.
- Menjadi ruang bagi penulis untuk memberikan
komentar-komentar insidental yang dipandang penting tentang, atau
menegaskan dan menilai, pernyataan-pernyataan yang dibicarakan dalam teks.
Ring-kasnya, catatan kaki menjadi tempat di mana penulis menjelaskan
hal-hal yang dipandang layak dimasukkan, tetapi mungkin dapat mengganggu
alur pemikiran jika disebutkan, dalam teks.
- Menunjukkan referensi silang (cross-references) atau sumber lain yang membicarakan hal yang sama (biasa disebut catatan kaki isi atau content footnote). Jenis catatan kaki ini biasanya menggunakan kata-kata: “Lihat …,” “Bandingkan …,” dan “Uraian lebih lanjut dapat dilihat dalam …,” dan sebagainya. Diperlukan konsistensi dan ketepatan dalam penggunaan ungkapan-ungkatan tersebut. Dianjur-kan penggunaan catatan kaki untuk tujuan ini tidak berlebihan agar tidak menimbulkan kesan pamer literatur.
- Menyatakan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak tertentu yang terkait dengan sebuah penyataan atau kutipan dalam teks. Misalnya, mereka yang membantu penulis memahami sebuah konsep, menda-patkan literatur yang sedang dikutip, menerjemahkan sebuah teks, dan sebagainya. Penggunaan catatan untuk tujuan ini hendaknya juga diupayakan seminimal mungkin.
2.6.2. Jenis-Jenis
Catatan Kaki
1.
Catatan
kaki untuk buku
dimulai
dengan nama pengarang diikuti koma, judul buku (ditulis dengan huruf awal
kapital dan dicetak tebal atau dicetak miring), nomor seri, jilid dan nomor
cetakan (kalau ada), kota penerbit (diikuti titik dua), nama penerbit (diikuti
koma), dan tahun penerbitan (ditulis dalam kurung dan diakhiri dengan titik).
2. Catatan kaki
untuk artikel dan majalah
dimulai
dengan nama pengarang, judul artikel, nama majalah, nomor majalah jika ada,
tanggal penerbitan, dan nomor halaman. Jika dari sumber yang sama dikutip lagi,
pada catatan kaki ditulis ibid. (singkatan dari ibidum) yang artinya sama
persis sumbernya dengan catatan kaki di atasnya. Untuk sumber yang telah
disisipi sumber lain, digunakan istilah op. cit. (singkatan dari opere citato).
Untuk sumber dari majalah dan koran yang telah disisipi sumber lain digunakan
istilah loc. cit. (singkatan dari loco citato).
2.6.3. Fungsi Catatan Kaki
Fungsi
dari catatan kaki adalah:
-
Menunjukan kualitas ilmiah yang lebih tinggi
-
Menunjukkan kecermatan yang akurat
-
Memudahkan penilaian penggunaan sumber data
-
Memudahkan pembeda data pustaka dan keterangan tambahan
-
Mencegah pengulangan data pustaka
-
Meningakatkan estetika penulisan
-
Memudahkan peninjauan kembali penggunaa referensi
-
Memudahkan penyuntingan naskah yang terkait dengan data
pustaka
2.6.4.Ketentuan Umum Penggunaan
Catatan Kaki
a.
Catatan kaki harus berada di halaman yang sama
dengan nomor kutipan.
b.
Pisahkan catatan kaki dengan teks.
c.
Penomoran
catatan kaki sama dengan kutipan, yakni menggunakan angka arab danditulis
setengah spasi di atas baris.
d.
Jarak baris dalam suatu catatan kaki adalah satu
spasi, dan jarak antar catatan kakiadalah dua spasi.
e.
Penulisan catatan kaki dimulai pada ketukan
ke-6.
2.6.5
Penomoran
Penomoran catatan kaki dilakukan dengan menggurakan angka Arab (1, 2 dan
seterusnya) di belakang bagian yang diberi catatan kaki, agak ke atas sedikit
tanpa memberikan tanda baca apapun. Nomor itu dapat berurut untuk setiap
halaman, setiap bab, atau seluruh tulisan.
Contoh:
Peranan dan tugas kaum pria berbeda dengan dan peranan tugas kaum wanita. Sehubungan dengan, hal itu, Margaret Mead (1935) berdasarkan penelitiannya di beberapa masyarakat di Papua Nuguini, menyatakan bahwa perbedaan itu tidak semata-mata berdasarkan perbedaan jenis kelamin saja, melainkan berhubungan erat dengan kondisi sosial-budaya lingkungannya. 1
Peranan dan tugas kaum pria berbeda dengan dan peranan tugas kaum wanita. Sehubungan dengan, hal itu, Margaret Mead (1935) berdasarkan penelitiannya di beberapa masyarakat di Papua Nuguini, menyatakan bahwa perbedaan itu tidak semata-mata berdasarkan perbedaan jenis kelamin saja, melainkan berhubungan erat dengan kondisi sosial-budaya lingkungannya. 1
Margaret
Mead, Sex and Temperament in Three Primitive Societies (New York : The American
Library, 1950), pp
2.6.6. Unsur-unsur
Catatan Kaki
A. Untuk
Buku
1)
Nama pengarang (editor, penterjemah), ditulis dalam urutan biasa,
diikuti koma (.).
2) Judul buku, ditulis dengan huruf
kapital (kecuali kata-kata tugas), digarisbawahi.
3)
Nama atau nomor seri, kalau ada.
4) Data publikasi :
·
Jumlah
jilid, kalau ada
·
Kota
penerbitan, diikuti titik dua ditulis
·
Nama
penerbit, diikuti koma di antara.
·
Tahun
penerbitan. tanda kurung
·
Nomor
jilid kalau perlu.
·
Nomor
halaman diikuti titik (.)
B. Untuk
Artikel dalam Majalah
1) Nama
pengarang.
2) Judul artikel, di antara tanda
kutip (“…”).
3) Nama majalah, digarisbawahi.
4) Nomor
majalah jika ada.
5) Tanggal
penerbitan.
6) Nomor
halaman.
2.6.7Catatan
Kaki Singkat
(A) Ibid.
(Singkatan dari Ibidum, artinya sama dengan di atas)
untuk catatan kaki yang sumbernya
sama dengan catatan kaki yang tepat di atasnya. Ditulis dengan huruf besar,
digarisbawahi, diikuti titik (.) dan koma (,) lalu nomor halaman.
(B) op.cit.
(Singkatan dari opere citato, artinya dalam karya yang telah
dikutip)
dipergunakan
untuk catatan kaki dari sumber yang pernah dikutip, tetapi telah disisipi
catatan kaki lain dari sumber lain. Urutannya : nama pengarang, op.cit nomor
halaman.
(C) loc.cit. (Singkatan
dari. loco citato, artinya tempat yang telah dikutip)
seperti di atas tetapi dari halaman
yang sama : nama pengarang loc.cit (tanpa nomor halaman).
2.6.8. Contoh Catatan Kaki
a. Referensi
pada buku karangan 1 hingga 3 buku pengarang
Chairil
Anwar, Aku ini Bintang Jalang, (Jakarta:PT. Gramedia Pustaka Utama, 1994), hlm.
4.
b. Referensi
pada buku karangan 4 orang/lebih
Teguh Wibowo, dkk., Cinta Bahasa Kita 6
(Jakarta: Geneka Exact, 2004), hlm98
c. Referensi
dari majalah atau surat kabar
Sumi einarsih, “Bahasa Jawa di Ambang
Kepunahan?”, Suara Merdeka, 3 Mei, 1990, hlm. 5.
d. Referensi
berupa buku terjemahan
Multatuli, Max Havealar, atau Lelang
Kopi Persekutan Dagang Belanda, terj. H.B. Jassin (Jakarta: Jambatan, 1972),
hlm. 54.
e. Referensi
berupa artikel dalam antologi atau ensiklopedi
-
Melani Budianta, “Bercermin pada kaki
Langit: Kreativitas dan Pendidikann saastra Pelajar Indonesia,” kaki langit
Sastra Pelajar, ed. Jamal D. Rahman (Jakarta: Majalah Sastra Horizon dan Kaki
Langit, 2002), hlm. 282.
-
“India,” ensiklopedi Indonesia (Jakarta:
Ikhtisar Baru – Van Hoeve, 1982), hlm. 402-407
f. DR.
KOENTJARANINGRAT. Kebudayaan Mertaliteit dan Pembangunan. Penerbit PT. Bramedia
JKT 1974
g. ALFIAN:
Masalah Mental, Aliraqn Politik dan Radikalisme dalam Masyarakat Indonesia
Buletilankan JKT. 1970.
h. Ibid
hal 11
i.
MUHAMMAAD IQBAL ASRAR I KHUDI (terjemah)
Bahrus Rangkuti. Penerbit Bulan Bintang hal. 125
HIDAYAT
NATAATMAJA. Membangun Ilmu Pengetahuan Berlandaskan Ideologi (al bayyinah) Iqro
– Bandung 1973
2.7. KARYA ILMIAH
2.7.1 Pengertian Karya
Ilmiah
Karya Ilmiah
adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau
pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi
kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Karya ilmiah
merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi atau pemecahan masalah
secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunakan
bahasa baku, serta didukung oleh fakta, teori, dan atau bukti-bukti nyata.
2.7.2.
Syarat-Syarat Penulisan Karya Ilmiah
Adapun
tulisan dapat disebut tulisan ilmiah apabila:
a)
Mengandung suatu masalah beserta
pemecahannya
b)
Masalah yang dikemukakan harus obyektif
sesuai realita
c)
Tulisan harus lengkap dan jelas sesuai
dengan kaidah bahasa (EYD)
d)
Tulisan disusun dengan metode tertentu
e)
Tulisan disusun menurut sistem tertentu.
2.7.3.
Manfaat Karya Ilmiah
Ø Manfaat
penyusunan karya ilmiah bagi penulis adalah sebagai berikut:
1.
Melatih untuk mengembangkan keterampilan
membaca yang efektif
2.
Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan
dari berbagai sumber
3.
Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan
4.
Meningkatkan pengorganisasian fakta/data
secara jelas dan sistematis
5.
Memperoleh kepuasan intelektual
6.
Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan
7.
Sebagai bahan acuan atau penelitian
pendahuluan untuk penelitian selanjutnya
Ø
Manfaat penyusunan karya
ilmmiah bagi mahasiswa adalah sebagai berikut:
1. Mahasiswa
dapat mengetahui, memahamikonsep dasar penulisan karya ilmiah
2. Mahasiswa
dapat mengetahui dan memahami naskah ilmiah, jenis-jenis dan ciri-ciri serta
syarat-syarat dalam penulisan karya ilmiah.
3. Mahasiswa
dapat mengetahui, memahami dan mampu mengimplementasikan teori, konsep dan
langkah-langkah penulisan karangan ilmiah dan unsur-unsurnya.
4. Mahasiswa
mengetahui, memahami dan menguasaitentang kajian kepustakaan untuk
mengimplementasikan dalam penulisan karangan ilmiah.
5.
Mahasiswa mengetahui, memahami dan
menguasai tentang pembuatan skipsi, tesis, disertasi jurnal
6.
Mahasiswa mengetahui, memahami, dan
menguasai cara menyajikan tabel, grafik beserta petunjuk pembuatan tabel.
7.
Mahasiswa dapat memahami dan menguasai
pembuatan bibliografi, summary dan indeks
2.7.4. Tujuan Penulisan
Karya Ilmiah
Tujuan dari penulisan karya ilmiah adalah sebagai berikut:
·
Sebagai wahana melatih mengungkapkan
pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis
dan metodologis.
·
Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan
mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu
menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu
pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
·
Karya ilmiah yang telah ditulis itu
diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan
masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
·
Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah
yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk
karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan
dari jurusannya.
·
Melatih keterampilan dasar untuk
melakukan penelitian.
2.7.5.
Ciri-Ciri Karya Ilmiah
Ciri-ciri
sebuah karya ilmiah dapat dikaji dari minimal empat aspek, yaitu struktur
sajian, komponen dan substansi, sikap penulis, serta penggunaan bahasa.Struktur
sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal
(pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal
merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan
pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau
subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi
penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
Ciri-ciri yang paling mencolok dalam
karya ilmiah adalah:
1.
Logis
2.
Sistematis
3.
Objektif
4.
Tuntas
5.
Kebenarannya
teruji
6.
Tata
tulisnya sesuai dengan EYD
2.7.6. Jenis-Jenis Karya Ilmiah
Karya
tulis ilmiah dapat disajikan dalam bentuk laporan penelitian, artikel ilmiah di
jurnal, artikel ilmiah popular di media massa, makalah seminar, buku, diktat,
modul, maupun karya terjemahan. Dengan demikian terdapat banyak pilihan bagi
guru dalam mengembangkan profesinya melalui karya tulis ilmiah.Tidak ada
salahnya pada tulisan ini saya jabarkan lagi secara singkat jenis-jenis karya
tulis ilmiah.
1.
Makalah atau paper merupakan rumusan atau simpulan pemikiran sebagaihasil telaah atau
pengkajian sederhana dari sebuah referensi bacaan, pemikiran tokoh, ilmuwan
atau penulis sebelumnya. Karya ilmiah jenis ini biasa diberikan oleh
dosen atau guru kepada mahasiswa atau siswanya. Tujuannya biasa untuk
memberikan ruang bagi peserta didik dalam menuangkan gagasan ilmiahnya untuk
mengasah kemampuan intelektualnya dalam menanggapi permasalahan yang
berkembang. Makalah biasanya disajikan dalam forum seminar, lokakarya, workshop
dan sejenisnya.
2.
Laporan praktikum biasanya
merupakan laporan tertulis dari serangkaian kegiatan praktikum yang telah
dilakukan oleh seorang atau sekelompok siswa. Dalam menuliskan laporan unsur
kronologis menjadi sangat penting karena praktik kerja baik di lapangan maupun
di laboratorium terdiri dari tahapan-tahapan yang sistematis yang harus
dilaporkan secara sistematis juga.
3.
|
4.
KertasKerja, pada prinsipnya sama dengan makalah. Kertas kerja dibuat dengan
analisis lebih dalam dan tajam. Kertas kerja ditulis untuk dipresentasikan pada
seminar atau lokakarya, yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Pada ‘perhelatan
ilmiah’ tersebut kertas kerja dijadikan acuan untuk tujuan tertentu. Bisa jadi,
kertas kerja ‘dimentahkan’ karena lemah, baik dari susut analisis rasional,
empiris, ketepatan masalah, analisis, kesimpulan, atau kemanfaatannya.
2.7.7.Kesalahan dalam
Penulisan Karya Ilmiah
Berbagai kendala yang jumpai dalam
proses penulisan penelitian ilmiah adalah sebagai berikut :
·
salah mengerti audience atau pembaca tulisannya,
·
salah dalam menyusun struktur pelaporan,
·
salah dalam cara mengutip pendapat orang lain sehingga
berkesan menjiplak (plagiat),
·
salah dalam menuliskan bagian Kesimpulan,
·
penggunaan Bahasa Indonesia yang belum baik dan benar,
·
tata cara penulisan “Daftar Pustaka” yang kurang tepat
(tidak standar dan berkesan seenaknya sendiri),
·
tidak konsisten dalam format tampilan (font yang
berubah-ubah, margin yang berubah-ubah).
Berdasarkan
kesalahan-kesalahan yang dialami dalam pembuatan karya ilmiah maka dibawah ada
beberapa tips dalam pembuatan karya ilmiah, diantaranya:
1.
Lihat tulisan orang lain yang sejenis dalam menuangkan
ide atau gagasan ke dalam tulisan
2.
Simaklah kalimat orang lain tersebut baik untuk
dijadikan contoh lalu dituliskan dengan kata sendiri
3.
biarlah dulu masalah tata bahasa dan gaya bahasa, yang
penting mulai menulis sampai selesai satu pargrarf
4.
jangan takut memasukkan segala bahan, informasi, tabel
gagasan, argumentasi dan kesimpulan sementara kedalam draff tulisan
5.
Pengalaman menunjujkkan bahwa lebih mudah menghapus
dan mengurangi dari pada menambahkan sesuatu kemudian.
2.7.8.
Teknik Karya Ilmiah
Konsep
menulis 5W + 1H adalah teknik memaparkan tulisan yang paling umum dilakukan
seorang wartawan, begitupun penulis dalam huruf hubunganya adalah dengan
pembatasan masalah, dari apa (what)
dapat dirangkia menjadi pertanyaan atau
pernyataan, contoh:
1.
apa relevansi pustakawan terhadap budaya minat baca ?
2.
apa kontribusi profesi dalam
pengembangan kepustakaan yang profesional
Begitupun
jika titik pemberangkatannya siapa (who),
kapan (when), mengapa (why),
dimana (where) dan bagaimana (how).
2.7.9. Sistematika Penulisan Karya
Ilmiah
1.
Bagian pembuka
a.
cover
b.
halaman persetujuan
c.
halaman pengesahan
d.
abstrak
e.
kata pengantar
f.
daftar isi
2.
Bagian karya ilmiah
a.
Bab pendahuluan
1).
Latar belakang masalah
2).
Identikasi masalah atau permasalahan
3).
Ruang lingkup
4).
Tujuan penulisan
5).
Landasan teori
6).
Hipotesis
7).
Sumber data atau kajian pustaka
8).
Metode dan teknik
b.
Bab analisis atau bab pembahasan
Merupakan
bagian pokok dari suatu karangan ilmiah, yaitu masalah-msalah akan dibahasa
secara terperinci dan sistematis, jika pemabahasan bab cukup besar, pembahsan
bisa dibuat menjadi beberapa anak bab. Pembahasan harus menjadi tolak ukur bab.
c.
Bab simpulan dan saran
Berisi
kesimpulan yang telah diperoleh dan didapatkan dari penelitian yang telah
dilakukan, sedangkan saran adalah saran penulis tentang metode lanjutan,
penerapan hasil penelitian atau saran yang ada relevansinya dengan hambatan
yang dihadapi si penulis.
d.
Daftar pustaka
Daftar
pustaka adalah rangkai daftar kepustakaan sebagai syarat terpenuhinya standar
refrensi ilmiah.
e.
Penulisan lampiran jika diperlukan
2.7.10
Ketentuan Umum dalam Pembuatan Karya Imliah
1.
kertas HVS atau kertas kuarto
2.
pengetikan huruf tegak dan jelas
3.
menggunakan tinta berwarna hitam
4.
Batas-batas pengetikan :
a.
pias atas 4 cm
b.
pias bawah 3 cm
c.
pias kiri 4 cm
d.
pias kanan 3 cm
e.
spasi 1.5
BAB III
PENUTUP
3.1. Simpulan
Setelah
mempelajari makalah ini, dapat disimpulkan bahwa:
1.
Kalimat adalah adalah seperangkat
kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau topik.
2.
Paragraf adalah seperangkat kalimat yang
membicarakan suatu gagasan atau topik.
3.
Wacana
merupakan suatu pernyataan atau rangkaian pernyataan yang dinyatakan
secara lisan
ataupun tulisan dan memiliki hubungan makna antarsatauan bahasanya serta
terikat konteks.
4.
Kutipan pinjaman
kalimat atau pendapat dari seorang penulis, baik yang terdapat dalam buku,
majalah, koran, kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, internet, dan sumber
lainnya, ataupun berasal dari ucapan seorang tokoh.
5.
Daftar Pustaka atau Bibliografi adalah
sebuah daftar yang berisi judul buku-buku. artikel-artikel. dan bahan-bahan
penerbitan lainnya.
6.
catatan kaki
adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran
akhir bab sebuah karangan ilmiah.
7.
Karya Ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan
yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh
seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang
dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
3.2.
Saran
Setelah
mempelajari makalah ini diharapkan pembaca dapat memahami materi tentang
kalimat, paragraf, wacana, kutipan, daftar pustaka, catatakan kaki dan karya
ilmiah.Demi menyempurnakan makalah ini pembaca dapat memberikan kritik dan
saran pada penulis.
Daftar
Pustaka
Arifin
Zaenal dan S. Amran Tasai.2002.Cermat Berbahasa Indonesia.Jakarta:Akademi
Pressido.
Arifin Zaenal, S. Amran Tasai, 2002. Cermat Berbahsa Indonesia. Jakarta: CV
Akademika Presindo
Darmawati Uti, Y. Budi Artati, 2012. Detik-detik Ujian Nasional Bahasa
Indonesia. Klaten: PT Intan Pariwara
http://google.com.blogspot
Arifin, Mushallin. 2012.
“Penulisan Daftar Pustaka yang Benar”
http://imuzcorner.blogspot.com/2012/11/penulisan-daftar-pustaka-yang-benar.html.
Diakses tanggal 25 Mei 2013.
Nurul Muhtadi, Muhammad. 2010.
“Tujuan dari Pembuatan Daftar Pustaka, Kutipan serta Catatan Kaki”
http://muhammadnurulmuhtadi.blogspot.com/2010/11/tujuan-dari-pembuatan-daftar-pustaka.html.
Diakses tanggal 25 Mei 2013.
Tyas, Diah. 2010. “Memahami
Daftar Pustaka, Kutipan dan Catatan kaki”
http://diahtyas8.wordpress.com/2010/11/23/memahami-daftar-pustaka-kutipan-dan-catatan-kaki/.
Diakses tanggal 25 Mei 2013.
Afryani, Vina. 2012. Pengertian
Kutipan
http://vinaafryani.wordpress.com/2012/11/09/pengertian-kutipan/(diakses 21 Mei 2013)
Putra, Cakra. 2013. Pengertian
Kutipan.
http://jeanlaot.blogspot.com/2013/03/pengertian-kutipan.html (diakses 21 Mei 2013)
Anwar,
Fairuz. 2012. Definisi, fungsi, tujuan
dan cara menulis kutipan.http://myshare212.blogspot.com/2012/04/definisi-cara-menulis-kutipan.html
(diakses
21 Mei 2013)
Febriani,
Rori Rizki Ananda. 2012. Tugas Bahasa
Indonesia Kutipan.
(diakses
23 Mei 2013)
Dimas.2011.
Makalah Bahasa Indonesia kutipan dan daftar
pustaka.
(diakses
23 Mei 2013)
Selasa, 29
Januari 2013
Jumat, 18 November 2011
Selasa, 31
Juli 2012